Manado Memerah! Ribuan Warga Padati Prosesi Cap Go Meh 2026, Atraksi Tang Sin Pukau Warga Manado dan sekitarnya

​MANADO (MATA) – Kawasan Pecinan (Kampung Cina) Manado berubah menjadi lautan manusia pada Selasa, 3 Maret 2026. Puncak perayaan Cap Go Meh yang jatuh pada penanggalan ke-15 Tahun Baru Imlek ini berlangsung spektakuler dengan menampilkan atraksi utama yang paling dinanti: Prosesi Tang Sin.

 

​Ritual Suci yang Menegangkan

​Sejak pukul 14.00 WITA, ribuan warga lokal maupun turis mancanegara telah memadati rute jalan utama di sekitar Kelenteng Ban Hin Kiong dan Kelenteng Kwan Kong. Suasana semakin riuh saat genderang dan simbal mulai bertalu kencang, menandai keluarnya para Tang Sin (orang suci yang diyakini dirasuki roh dewa).

​Dalam kondisi trans, para Tang Sin menunjukkan kekebalan tubuh dengan melakukan aksi ekstrem:

• ​Menusukkan jarum raksasa dan pedang tipis menembus pipi serta lidah.

• ​Menebas punggung menggunakan pedang tajam tanpa luka berarti.

 

​Pemberkatan jalanan di mana para Tang Sin memberikan berkat kepada penonton yang bersujud di sepanjang rute prosesi.

​Simbol Akulturasi: Kabasaran dan Barongsai

​Yang unik dari perayaan di Manado tahun ini adalah kentalnya semangat moderasi beragama.

 

Barisan prosesi yang diisi oleh atraksi khas Tionghoa seperti Liong (Naga) dan Barongsai, Ini adalah bukti bahwa di Manado, budaya dan agama bisa berjalan beriringan. Cap Go Meh bukan lagi sekadar milik umat Tridharma, tapi sudah menjadi pesta rakyat Sulawesi Utara . Selain prosesi ritual, kehadiran kereta hias yang merepresentasikan Shio Kuda Api tahun ini menambah daya tarik visual bagi para pemburu foto.

 

​Acara ditutup menjelang petang saat seluruh Kio (tandu dewa) kembali ke kelenteng masing-masing, diiringi kembang api yang menghiasi langit Manado, menandai berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577.

<Red/S. Kaligis>

EditorMATA-SK
Author: EditorMATA-SK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian