Teknologi dalam dunia perbankan semakin lebih bagus dan hal ini dibuktikan oleh Bank Indonesia, dimana BI meluncurkan satu teknologi yaitu BI Fast. Dimana BI Fast melakukan pembaruan teknologi, hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Dan dia mengatakan mulai tanggal 21 Desember 2024, transaksi BI-Fast bisa dilakukan secara kolektif lewat satu bundel, dengan maksimum 500 transaksi.
“Ini digunakan oleh para korporasi untuk bayar gaji, kan bayar gaji ada jumlah pegawai (banyak)” jelas Perry, dikutip Jumat (20/12/2024).
Dalam hal ini BI-Fast bisa dilakukan untuk transaksi bulk credit atau transfer kredit massal yang memungkinkan pemindahan dana dari satu atau beberapa nasabah pengirim kepada satu atau beberapa nasabah penerima dengan jumlah nominal yang sama atau berbeda. “Kedua BI-Fast juga bisa layani fast payment dan yang ketiga adalah transaksi untuk direct debit,” jelas Perry.
BI juga menyebut implementasi QRIS selama 5 tahun sejak diluncurkan berjalan dengan lancar, dengan sejumlah realisasi jauh lebih tinggi dari target. Bahkan sejumlah inovasi canggih terus dikembangkan. Dalam hal ini masyarakat yang lebih memilih bertransakai menggunakan QRIS terlihat dari data pengguna QRIS per November 2024 telah mencapai 55,02 juta atau realisasi 100% dari target 55 juta pengguna.
Sementara volume transaksi yang ditargetkan 2,5 miliar kali, per November telah tembus 5,46 miliar atau realisasi sudah mencapai 218% hal ini diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta. Capaian luar biasa tersebut, membuat BI menaikkan target pada 2025 menjadi 6,5 miliar transaksi.
Teknologi baru QRIS juga akan segera diluncurkan, yakni Tap NFC QRIS ungkap Filianingsih. “Tap NFC QRIS ini hadiah ya untuk kita semua, sudah 5 tahun sudah bisa geraknya agak lincah,” sebut Filianingsih.
Rencananya terobosan baru QRIS yang dilakukan lewat sentuhan dengan memanfaatkan teknologi NFC akan segera meluncur pada kuartal pertama tahun 2025 Filianingsih juga menyampaikan hal ini. Meski demikian, Fili menyebut pemberlakuan teknologi baru QRIS ini akan dilakukan secara terbatas dahulu, sambil terus melengkapi aspek teknis dan bisnis saat uji coba. “Saat ini Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) siap, industri siap, tapi kita melakukan persiapan aspek bisnis dan teknis
BI menyebutkan telah melakukan uji coba untuk System Integration Testing (SIT) dan User Acceptance Testing (UIT) dengan tingkat kesuksesan 100%. Dan untuk peluncuran pertama Tap QRIS NFC akan disiapkan untuk penggunaan di sektor transportasi dahulu. “Sehingga masuk [transportasi umum] kayak MRT [dengan Tap QRIS NFC] tinggal melenggang saja,” pungkas Fili.
(Dilansir dari cnbcindonesia.com)
Demikianlah Media Adipati Nusantara melaporkan.
<Red/Seska Kaligis>
