Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) lempar tanggung jawab terkait insiden kecelakaan di Toraja Utara

MATA-SULTENG.Media Adipati Nusantara – Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) lempar tanggung jawab terkait insiden kecelakaan yang menewaskan Anak yang berusia 10 tahun beberapa waktu lalu.

 

 

Berdasarkan informasi secara resmi HDCI mengeluarkan pernyataan terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor besar di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia.

sesuai siaran pers bernomor 013/HDCI’MKS/V/2026, HDCI menyampaikan klarifikasinya terkait informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Juga berdasarkan koordinasi cepat yang dilakukan oleh pengurus, HDCI memastikan bahwa pelaku kecelakaan tersebut bukan anggota resmi Harley-Davidson Club Indonesia.

 

Menurut Ketua Umum HDCI Pusat disebut telah melakukan verifikasi langsung terhadap identitas pelaku, dan hasilnya menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak terdaftar dalam database keanggotaan HDCI, baik di tingkat pusat maupun daerah.

 

Namun atas informasi dan keputusan pengurus terkait hal demikian merupakan bentuk cuci tangan sejumlah anggota maupun pengurus karena dengan insiden tersebut melibatkan indentitas baik dalam rombongan maupun jenis kendaraan yang dipakainya sebagai tindakan anggota yang memiliki hubungan organisatoris dengan HDCI.ini dilihat atas keikutsertaan dalam kegiatan tersebut.

 

Pernyataan Pengurus HDCI Makassar

Sekretaris HDCI Makassar, H. Andi Asruddin, SE., MM, selaku narasumber dalam keterangan ini, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan nama baik anggota dan organisasi.

 

Sebelumnya peryataan H. Andi Asruddin, SE., MM,“Kami telah melakukan kroscek mendalam dan memastikan bahwa pelaku sama sekali bukan member kami, baik dari HDCI Makassar maupun rombongan resmi dari pihak kami. Hal ini perlu kami luruskan agar publik mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang,”

 

Ia juga menambahkan bahwa HDCI memiliki komitmen kuat terhadap penegakan etika berkendara.

 

“Seandainya pelaku merupakan bagian dari keluarga besar HDCI, kami pastikan organisasi akan mengambil sikap tegas. Pelaku wajib bertanggung jawab penuh sesuai hukum yang berlaku. Kami tidak mentolerir tindakan yang merugikan masyarakat atau melanggar kode etik berkendara,” tegasnya.

 

Pernyataan HDCI tersebut membuat masyarakat sangat kecewa terhadap organisasi motor Besar yang telah merenggut nyawa pejalan kaki.

Sesuai informasi saksi dan juga masyarakat yang melihat langsung dan barang bukti kendaraan yang dipakai adalah jenis kendaraan motor Besar (Moge).

<Red/Yanto>

EditorMATA-SK
Author: EditorMATA-SK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian