Pemerintah kota Makassar turun langsung dalam menyikapi keluhan masyarakat atas peternakan babi di Kecamatan Panakkukang

Makassar, Media Adipati Nusantara (MATA) – pemerintah kota Makassar melalui kecamatan Panakkukang telah turun langsung meninjau lokasi peternakan babi usai menerima aduan warga terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan. Peninjauan dilakukan menyusul keluhan masyarakat atas bau menyengat yang disebut telah mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi.

 

Tempat Peternakan yang dulunya menjadi hunian yang jauh dari keramaian kini sudah dalam kondisi Peternakan tersebut berada di wilayah penduduk yang heterogen.bahkan kini wilayah tersebut da jadi padat.

 

Camat Panakkukang, Syahril mengatakan sudah mempertemukan atau memediasi antara pemilik ternak dengan warga terdampak dan hasilnya terdapat beberapa poin yang disepakati diantaranya peternakan babi akan direlokasi, sedangkan pihak warga akan membantu dari segi biaya jika babi-babi ini dikirim ke Toraja.

 

“Iya akan kami pindahkan, kalau perlu dibawa ke Toraja kembali. Kami kasih waktu satu bulan kepada peternak karena memang ini harus bertahap, dan ini masalah krusial, jadi harus mengedepankan sikap humanis juga,” kata Syahril.

 

Dikatakan penertiban lingkungan harus tetap dilakukan sehingga ia berharap para peternak babi bisa ikut serta dalam mendukung ketertiban Kota Makassar. “Kami ingin apabila penataan lingkungan tidak dilakukan maka kami berikan teguran dan kalau tidak diindahkan maka dilakukan pembongkaran,” tegasnya.

 

Di sisi lain, ia menyebut, penertiban yang akan dilakukan menggunakan pendekatan persuasif dan sikap humanis. Adapun saat ini peternak babi di Jalan Kalla, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang sebanyak 46 peternak.

 

Selain itu, Syahril menyebut seluruh peternak babi yang ada sudah berpuluh-puluh tahun berjualan bahkan sudah menjadi mata pencaharian sehingga Syahril memastikan akan mencarikan solusi agar bisa mengatasi kekecewaan para peternak. “Pastinya mereka tidak rela karena sudah berpuluh-puluh tahun di situ, tapi kami harus lakukan penataan lingkungan makanya kami carikan solusi supaya kekecewaan itu bisa teratasi,

 

Lebih lanjut dalam menyikapi hal tersebut pemerintah sangat kesulitan dalam menyediakan lokasi yang ada di lingkungan kota Makassar karena kepadatan penduduk serta hunian terus bertambah.

<Red/Yanto>

EditorMATA-SK
Author: EditorMATA-SK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian