Toraja Sulawesi Selatan, media Adipati Nusantara – nasib naas yang dialami oleh Marthen Batto’ yang biasa dipanggil Pong wari dimana ketika sedang bermaksud mengamankan warganya yang pada saat itu didatangi oleh sejumlah orang untuk melakukan pengeroyokan diwilayahnya dimana Pong wari sapaan akrabnya yang bertugas sebagai hansip mendapat pukulan yang berakibat luka yang membuat terkapar bersimbah darah hingga dirawat di rumah sakit laki Padada (ruang teratai 5).
Namun demikian halnya hingga saat ini belum ditemukan siapa otak’ pelaku yang sebenarnya.
Keluarga beserta korban telah melaporkan ke pihak kepolisian Kapolres Tana Toraja namun hingga pada saat ini pelaku masih nihil hasilnya. hingga muncul dugaan bahwa rupanya pihak kepolisian Kapolres Tana Toraja tidak proporsional dalam kegiatan penyidikan terkait kasus tersebut.
Salah satu keluarga mengatakan bahwa,”sangat mengejutkan karena begitu banyaknya orang ditempat kejadian pada saat itu kok susah sekali menemukan pelakunya,”ujar Glen yang merupakan salah satu anggota keluarga.
Bahkan keluarga menyimpulkan bahwa telah terjadi dukungan dari oknum polisi yang bertugas menangani kasus tersebut, untuk membuat Kasus ini tidak bisa cepat menemukan pelakunya yang sebenarnya. Bahkan para saksi dibuat bungkam oleh oknum polisi tersebut.
Ini ditandai bahwa terjadi pertumpahan darah lewat telinga hingga korban dirawat intensif di rumah sakit namun tak seorangpun bisa berbicara tentang siapa pelakunya itupun kejadian dilakukan dengan keberadaan banyaknya kerabat pelaku dan tak satupun yang mau memberikan keterangan terkait kasus tersebut.
Kasus tersebut menjadi perhatian warga disekitar yang mengatakan bahwa aksi preman dan adanya orang yang kebal hukum di wilayah Kapolres Tana Toraja nyata ada.
Kejadian yang sangat memilukan menimpa keluarga Ambe’ Wari ini terjadi di kelurahan Sarira kecamatan Makale Utara, pasalnya ketika sedang ingin menertibkan warganya karena Ambe’ Wari bertugas sebagai hansip di wilayah tersebut Mala mendapat musibah yang sangat memprihatikan terlebih lagi pelakunya hingga kini belum diamankan oleh petugas kepolisian pada hal kejadian sudah sangat lama dan penanganan pihak kepolisian pun sangat lambat.
<Red/Yanto>
