Media Adipati Jakarta, 11 Desember 2024 – Bencana longsor dan pergerakan tanah yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sorotan serius Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Terpilih Jawa Barat. Dalam upaya membantu masyarakat terdampak, hari ini Kang Dedi mengirimkan 2.000 paket bantuan logistik ke beberapa desa yang terkena dampak parah, termasuk Kecamatan Pabuaran dan Desa Sukajaya.
Paket bantuan yang dikirim Kang Dedi meliputi beras, makanan siap saji, perlengkapan kebutuhan dasar, serta obat-obatan. Bantuan ini didistribusikan melalui koordinasi tim relawan dan perangkat desa setempat. Meski distribusi sempat terhambat oleh jalan yang tertutup longsor, alat berat telah dikerahkan untuk membuka jalur menuju lokasi pengungsian.
“Kami berusaha memastikan bantuan ini sampai tepat waktu kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Prioritas kami adalah kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia,” ungkap Kang Dedi.
Selain bantuan logistik, dapur umum telah didirikan di beberapa titik pengungsian dengan dukungan relawan, TNI, Polri, dan organisasi kemanusiaan. Namun, kebutuhan mendesak seperti pakaian pengganti dan perlengkapan kesehatan khusus masih sangat diperlukan di sejumlah wilayah.
Dalam pernyataannya, Kang Dedi menekankan bahwa bencana yang terjadi adalah peringatan keras akibat kerusakan lingkungan yang semakin parah. Ia menyebut aktivitas penebangan liar, penambangan ilegal, dan alih fungsi lahan sebagai beberapa penyebab utama meningkatnya risiko bencana di Jawa Barat.
“Selama ini kita mengalami keteledoran yang luar biasa. Saya melihat kerusakan hutan, tambang ilegal, dan berbagai kegiatan yang mengabaikan keseimbangan alam. Padahal, biaya pemulihan akibat bencana jauh lebih mahal daripada keuntungan yang didapat dari kegiatan tersebut, yang hanya dinikmati segelintir pihak,” ujar Kang Dedi.
Ia menambahkan bahwa salah satu prioritas kepemimpinannya ke depan adalah memastikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Kita harus bersatu dengan alam, karena jika tidak, ancaman ini akan terus berulang. Ini bukan hanya soal bencana hari ini, tetapi masa depan generasi kita,” tegasnya.
Kang Dedi juga mengajak semua pihak untuk bergotong royong dalam membantu para korban. “Saya ingin masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha bersatu. Gotong royong adalah kekuatan utama kita sebagai bangsa. Jangan biarkan saudara-saudara kita yang terdampak merasa sendirian,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa distribusi bantuan akan terus dilakukan, termasuk ke daerah-daerah yang sulit dijangkau seperti Desa Nyalindung dan Desa Lembur Sawah, yang saat ini terisolasi akibat jalan yang terputus. “Kami sedang memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi, terutama akses logistik ke wilayah yang terisolasi,” tambahnya.
Selain bantuan langsung, Kang Dedi menyoroti pentingnya mitigasi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana. Ia berencana menginisiasi program-program pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat setempat sebagai penggerak utama.
“Kita perlu pendekatan yang menyeluruh, mulai dari rehabilitasi hutan hingga penataan kembali kawasan rawan bencana. Ini membutuhkan komitmen semua pihak, bukan hanya pemerintah,” pungkasnya.
<Red/Narwan. R>
