Media Adipati Nusantara_ Jakarta, 8 Desember 2024 – Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban yang tertimbun longsor di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (7/12/2024) siang. Proses evakuasi korban memakan waktu hingga satu jam karena terhalang material longsoran yang cukup padat. Tim harus menggali lebih dalam untuk menemukan jenazah korban yang terjebak di bawah tumpukan tanah dan batang pohon.
Menurut laporan tim SAR, korban ditemukan sekitar pukul 10:30 WIB dengan posisi terkelungkup. Tim SAR memerlukan waktu hingga pukul 11:35 WIB untuk mengevakuasi korban dari lokasi bencana dan segera membawanya ke rumah duka dengan berjalan kaki melewati jalur longsoran. Hingga saat ini, masih ada tiga orang yang belum ditemukan, dan pencarian terus dilanjutkan.
Tim SAR menghadapi berbagai kendala dalam proses evakuasi, antara lain sulitnya medan dan akses yang terhalang oleh material longsoran yang menutupi jalan. Sejumlah lokasi pencarian masih sulit dijangkau karena material longsor yang menutup badan jalan.
“Untuk korban yang ditemukan di Desa Loji, kami harus menyingkirkan kayu dan tanah yang menindih korban. Proses ini memakan waktu sekitar satu jam. Korban sudah dibawa ke rumah duka,” ujar seorang anggota Tim SAR.
Sebanyak empat korban tertimbun tanah longsor di empat kecamatan yang berbeda. Selain di Simpenan, korban lainnya masih dalam pencarian di Kecamatan Tegalbulet, Kecamatan Gegerbitung, dan Kecamatan Pabuaran. Tim SAR gabungan dari Basarnas Jakarta dan relawan setempat terus melakukan pencarian meskipun kendala medan terus menghambat.
“Kami fokus melakukan pencarian di dua lokasi utama, yaitu di Tegalbulet dan Pabuaran. Pencarian di kedua lokasi ini diprioritaskan karena medan yang terhalang longsor dan arus sungai,” ujar Agung Priambodo, Kepala Basarnas Sukabumi.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priono, mengunjungi lokasi pengungsian di SD Sukamaju, Cikembar, Sukabumi, pada Sabtu (7/12/2024). Wamen Sosial menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana, baik berupa bantuan sembako, pakaian, maupun uang untuk korban meninggal dunia dan rumah yang rusak.
“Korban meninggal dunia akan menerima santunan dari pemerintah, sesuai dengan tingkat kerusakan rumah. Kami juga memastikan pengungsi mendapatkan bantuan dan perhatian yang layak,” kata Agus.
Sementara itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan bencana. Penanganan darurat banjir dan longsor di Sukabumi juga melibatkan pengerukan sedimentasi di sungai untuk mencegah banjir di masa depan.
“Pengerukan sedimentasi di sungai-sungai yang dangkal di Sukabumi dilakukan untuk mengantisipasi banjir saat hujan deras. Kami juga terus memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat tanah longsor dan banjir,” ujar Diana Kusumastuti, Wakil Menteri PUPR.
Tim SAR gabungan dan berbagai instansi terkait akan terus memantau dan melakukan upaya pencarian korban. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di daerah rawan longsor dan banjir.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat diharapkan mengikuti petunjuk dari pemerintah setempat dan selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG.
<Red/Narwan. R>
