Sukabumi Berduka: Rumah Hanyut, Jembatan Runtuh, dan Harapan Bertahan di Tengah Banjir Bandang

Sukabumi, 5 Desember 2024 – Curah hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari 24 jam memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini telah menyebabkan kerusakan berat pada pemukiman warga, infrastruktur, dan jalur transportasi.

Doc. Kendaraan terjebak pergeseran tanah, dampak bencana alam yang melanda Sukabumi (Foto: Deni seorang Warga Cikidang Sukabumi)

Di Kecamatan Purabaya dan Sagaranten, puluhan rumah dilaporkan rusak parah akibat luapan Sungai Cikaso dan Cibening. Tidak hanya itu, beberapa jembatan utama, termasuk Jembatan Cisantri di jalur menuju Pelabuhan Ratu, ambruk akibat derasnya arus sungai. Kondisi ini memutus akses menuju Geopark Ciletuh dan beberapa wilayah lain di Sukabumi Selatan.

Salah satu korban banjir bandang, Heni Suryati, warga Kampung Rancabungur, Kecamatan Purabaya, dalam berita yang tayang melalui TV One, mengungkapkan bahwa hujan deras sepanjang hari membuat air sungai meluap hingga ke pemukiman. “Rumah saya hancur, dua mobil dan motor hanyut, sementara tidak ada peringatan atau bantuan evakuasi dari pemerintah setempat,” jelas Heni. Ia bersama keluarganya kini mengungsi ke rumah kerabat di daerah lebih tinggi.

Berdasarkan beberapa Video warga net yang beredar di media sosial, sejumlah wilayah seperti Kecamatan Palabuhan Ratu dan Sagaranten juga terdampak parah. Di Kampung Cierih, sebuah mobil yang mencoba menerabas arus banjir terseret hingga menghantam tiang listrik sebelum akhirnya terbawa arus sungai. Video kejadian ini sempat viral, kejadian ini sebagaiknya menjadi peringatan penting bagi para pengendara untuk tidak melintasi jalanan yang terendam banjir.

Menurut keteragan Deni seorang Warga Cikidang, Kampung Pengkolan Rt 02/07 Desa Nangka Koneng, Kec. Cikidang, Kabupaten Sukabumi lokasi tempat dirinya tinggal aman dan tidak terdampak bencana, Deni menjelaskan menurut informasi dari para kerabat yang tergabung dalam media komunikasi (Grub WhatsApp), terpantau aktivitas evakuasi begi warga terdampak masih terus berjalan “Pihak Kepolisian dibantu warga terus melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir ke tempat aman, namun, hingga saat ini, belum ada posko bencana yang didirikan, dan bantuan logistik maupun medis belum terdistribusi secara merata” jelasnya

Kondisi di lokasi bencana menunjukkan masih banyak warga yang membutuhkan bantuan mendesak, termasuk makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi mengonfirmasi bahwa tim gabungan tengah bekerja untuk mendata dampak kerusakan serta mengirimkan bantuan ke lokasi terdampak paling parah. Namun, kompleksitas medan serta curah hujan yang belum sepenuhnya reda menjadi tantangan dalam distribusi bantuan. Cuaca ekstrem yang diperkirakan berlanjut hingga malam hari juga meningkatkan risiko banjir susulan dan pergerakan tanah.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mematuhi arahan dari tim penyelamat di lapangan. Warga yang berada di lokasi rawan bencana diimbau segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan organisasi kemanusiaan, sangat diperlukan untuk memitigasi dampak bencana serta memulihkan kondisi pasca-banjir.

Sumber: Berbagai sumber
<Red/Narwan. R>

editorMATA
Author: editorMATA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian