Solusi Mensesneg dan Mentan bagi Peternak Sapi Perah

Dalam menghadapi protes para peternak sapi perah di Boyolali yang membuang susu sebagai bentuk kekecewaan, pemerintah telah mengupayakan solusi. Permasalahan utama muncul ketika UD Pramono, pengusaha yang menampung susu dari sekitar 1.300 peternak, mengalami kesulitan finansial akibat beban pajak yang tinggi dan pembekuan rekening. Hal ini membuat UD Pramono tak mampu membayar susu peternak.

Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah berusaha memediasi dengan Kantor Pajak untuk meredakan beban UD Pramono agar operasionalnya berlanjut. Langkah ini diharapkan dapat menyelamatkan kemitraan peternak dan menjaga stabilitas produksi susu di Boyolali​.

Gejolak susu sapi dari Boyolali tak terbeli akhirnya menemukan solusi.Keluh kesah peternak sapi perah dan pengepul berujung susu sapi dibuang begitu saja,dan hal ini direspons Kementerian Pertanian (Kementan) dan Industri Pengolahan Susu (IPS).

Kementan menggelar rapat koordinasi, Senin (11/11/2024). Sriyono, pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Mojosongo, Boyolali turut mengikuti rakor bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, serta manajemen IPS.

Kemudian Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Ignasius Haryanta Nugraha, serta Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali Lusia Dyah Suciati.
Diterangkan Sriyono, hasil rakor membawa kabar baik bagi peternak sapi perah dan pengepul susu.

Mentan Amran Sulaiman mewajibkan semua IPS menyerap komoditas susu lokal. “Susu dari peternak lokal harus terserap semua,” ujarnya. Dalam rakor tersebut juga muncul kesepakatan antara pengepul susu sapi dan IPS. Dimana, susu yang disetorkan ke IPS harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pabrik.
“Ini ke depan mau dibikin Perpres untuk IPS-IPS harus mau menyerap semua produk susu peternak lokal,” jelas Sriyono.
(Dilansir dari RADARSOLO.COM)

Dengan adanya hal-hal yang baik dari Mensesneg maupun Mentan dan IPS dalam memberikan solusi terhadap hal tersebut dan dengan adanya solusi ini memberikan jalan keluar yang terbaik bagi peternak sapi perah.
<Red/Seska Kaligis>

EditorMATA-SK
Author: EditorMATA-SK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian