Rapat ini membahas pemecatan Ipda Rudy Soik. Rahayu duduk bersuara sebagai bagian dari Jaringan Nasional Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
RDP dengan Polda NTT berkaitan dengan kasus pemecatan Ipda Rudy Soik. Versi Polda NTT, Ipda Rudy Soik dipecat karena sederet pelanggaran etik.
Versi Ipda Soik, dia dipecat karena mengungkap kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM).
Setelah mendengarkan penjelasan Kapolda NTT soal ragam pelanggaran etik Ipda Rudy Soik, Rahayu langsung memasang badan dan memberikan tanggapan menohok.
Dia awal pernyataannya, dia menanggapi pernyataan Kapolda yang mengaku baru mengenal sosok Ipda Rudy Soik.
Karena Saras, sapaan keponakan Presiden Prabowo itu, mengaku sudah lama mengenal sosok Rudy Soik.
Dia kemudian menceritakan awal mula perkenalannya dengan Rudy Soik. Bermula saat dia menjadi aktivis anti perdagangan orang sejak tahun 2009 lalu. Saras semakin serius dengan kegiatannya saat itu sampai akhirnya membentuk Jaringan Nasional Anti TPPO di tahun 2018.
Pada NGO itu, termasuk di antaranya Romo Paskalis sebagai ketua harian Jaringan Nasional Anti TPPO. Kata Saras, dalam menjalankan kerja-kerjanya pun, Romo Paskalis juga berhadapan dengan oknum dan mafia. Bahkan, mendapat fitnah hingga masalah itu didengar menko polhukam kala itu.
Sarah menyayangkan karena tindakan seorang polisi yang niatnya membongkar praktik-praktik ilegal di tanah kelahirannya dan melindungi rakyat kecil malah dibuat berhadapan dengan institusinya sendiri. Sementara kasus-kasus yang diungkap malah tidak ditindaklanjut.
(Dilansir dari Tribun Medan update )
BBM adalah pokok kehidupan ekonomi apabila BBM stabil harga harga akan stabil dan transfortasi akan lebih mudah dan murah Mapia-mapia harus segara ditindak.
<Red/Erwin Saputra>
