Dunia peteater Indonesia semakin luar biasa dari masa kemasa seperti yang diketahui bersama bahwa sejarah teater menggambarkan perkembangan teater selama 2.500 tahun terakhir. Meskipun unsur-unsur performatif hadir dalam setiap masyarakat, sudah menjadi kebiasaan untuk mengakui adanya perbedaan antara teater sebagai bentuk seni dan hiburan, dan unsur-unsur teatrikal atau performatif dalam kegiatan-kegiatan lainnya.

Sejarah teater terutama berkaitan dengan asal-usul dan perkembangan teater selanjutnya sebagai kegiatan yang otonom. Sejak zaman Athena klasik pada abad ke-5 SM, tradisi teater yang dinamis telah berkembang pesat dalam berbagai budaya di seluruh dunia.
(Dilansir dari en.wikipedia.org)
Dan kali ini hadir di Taman Ismail Marzuki,sebuah pertunjukan Teater dalam acara Festival Theater Tingkat Nasional 2024 dan kali ini persembahan Theater Anala Creative
Bimbingan: Roy Wijaya
Mempersembahkan: Jerat Hayat, dengan Penulis: Almaz Nur Fajri, Bella Afina, Muhamad Habib Koesnady.
Sutradara: Almaz Nur Fajri dan diadakan Kamis, 17 Oktober 2024
Pukul 20.00 WIB
di Gedung Theater Wahyu Sihombing,
Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat dengan menampilkan Hasil Karya Pelajar dan mahasiswa se-Jakarta
Kolaborasi Apik Perkumpulan Anak Menteng.
Dalam Skenario naskah Drama ini menceritakan kehidupan ,juga mistik maupun bagaimana dengan menjalani kehidupan yang penuh intrik dan juga hal-hal dibalik ketenaran tersebut,karena dibalik show yang ada dalam skenario cerita, menceritakan tokoh-tokoh dalam cerita drama tersebut dengan keahlian masing-masing tokoh dalam pementasan itu dan bagaimana skill mereka dalam berakting semakin bagus. cerita drama tersebut semakin bagus. Dari sini bisa terlihat bagaimana acting dari para pemain drama yang menjiwai setiap peran yang dimainkan.
Pementasan malam ini begitu luar biasa,karena begitu banyak penonton yang menyaksikan pementasan tersebut. Dari hal inilah menjadi suatu hal yang baik bagi peteater di Tanah Air, dimana pementasan-pementasan seperti ini sangat diperlukan untuk menggali potensi anak bangsa dalam dunia peteater di Tanah Air.
Dan dari pementasan ini bisa membuka wawasan bagi anak bangsa dalam memajukan peteater yang ada di Tanah Air dan untuk tetap mengangkat karya anak bangsa dalam dunia peteater serta bisa menjadikan hiburan bagi masyarakat.
<Red/Seska Kaligis>


