Peneliti dari Universitas Utrecht di Belanda baru-baru ini menemukan kembali lempeng tektonik yang sebelumnya dianggap hilang, dan ternyata keberadaannya tersembunyi di bawah Pulau Kalimantan, Indonesia. Lempeng tersebut dikenal sebagai lempeng “Jawa” dan diperkirakan terjebak di bawah kerak bumi di wilayah tersebut sejak jutaan tahun lalu.
Penemuan ini menjelaskan fenomena geologis di wilayah Asia Tenggara, khususnya aktivitas gempa dan pembentukan gunung berapi yang selama ini tidak sepenuhnya dipahami oleh para ahli. Dengan menggunakan data seismik dan model komputer canggih, tim peneliti berhasil merekonstruksi pergerakan lempeng selama puluhan juta tahun dan menemukan bahwa lempeng tersebut tidak hilang, tetapi terbenam di bawah Kalimantan.
Penemuan lempeng ini membawa harapan baru dalam studi tentang dinamika tektonik di Asia Tenggara dan potensi mitigasi risiko bencana alam, terutama terkait gempa bumi dan aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.
<Red/Seska Kaligis>
