Gempa Mw 5,7 diwilayah Izu-Ogasawara Jepang (Dok:BMKG)
Jepang merupakan salah satu wilayah yang rawan gempa seperti yang terjadi pada awal Januari 2024, Jepang dilanda gempa berkekuatan 5,7 magnitudo yang terjadi di wilayah Izu-Ogasawara. Gempa ini memicu peringatan tsunami di sepanjang pesisir barat Jepang, yang masih belum dicabut hingga beberapa waktu setelah kejadian itu.
Dan gempa kembali lagi terjadi setelah beberapa bulan lalu dan pada 24 September 2024, sebuah gempa berkekuatan M5,7 mengguncang zona Megathrust Izu-Ogasawara di Jepang. Gempa ini mengakibatkan peringatan tsunami dengan potensi gelombang mencapai 0,5 meter. Gempa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di kawasan tersebut, yang merupakan zona rawan gempa di Jepang. Tsunami yang dihasilkan tergolong kecil, namun tetap menjadi perhatian otoritas setempat mengingat potensi bahaya yang dapat timbul di wilayah pesisir.
Pihak berwenang segera mengeluarkan peringatan dan memantau dampak yang mungkin terjadi, meskipun hingga laporan terakhir, tidak ada kerusakan parah yang dilaporkan. Fenomena ini juga memunculkan spekulasi mengenai adanya hubungan antara aktivitas vulkanik bawah laut dan gempa bumi tersebut, yang kerap terjadi di wilayah seperti Izu-Ogasawara
(Dilansir dari Tempo Tekno).
Dengan melihat situasi yang terjadi dijepang karena gempa, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa yang terjadi memiliki kekuatan Mw 5,7 dengan episenter terletak pada koordinat 31,45° Lintang Utara dan 139,84° Bujur Timur.
“Tepatnya di laut dengan kedalaman 12 kilometer,” kata Daryono melalui keterangan tertulis, Selasa, 24 September 2024.
Hasil pemodelan tsunami TOAST oleh BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
(Sumber:TEMPO.CO )
Dengan hal-hal yang terjadi di Jepang lebih khusus untuk hal gempa bumi yang sering terjadi karena posisinya di “Cincin Api Pasifik,” terus memperkuat sistem peringatan dini untuk meminimalkan dampak bencana alam seperti ini.
<Red/Seska Kaligis>
