Tol merupakan akses jalan yang memudahkan pengendara beroda empat maupun lebih. Namun acapkali Tol menjadi akses yang salah bagi pengendara beroda dua, hal ini mungkin karena tidak melihat tanda bahwa jalan tersebut merupakan jalan Tol yang tidak memperbolehkan roda dua melewatinya. Hal ini terjadi pada pengendara roda dua yang nyasar masuk Tol Tomang.
Hal ini bermula dari pemotor pada Selasa (3/12) dini hari itu saat pemotor salah mengambil jalan berujung masuk ke ruas jalan tol. Kemudian, pemotor dihampiri oleh pelaku. Kanit Reskrim Palmerah AKP Rahmat mengatakan “Jadi korban ini ceritanya naik motor nih. Salah jalan, Jadi dia pikir itu jalan biasa. Ternyata itu masuk tol, belok. Dari situ, dia diberhentiin sama sekuriti. Sekuritinya itu, dia vendor, Jasa Marga, artinya yayasan,” ujarnya.
Kanit Reskrim Palmerah AKP Rahmat mengatakan peristiwa yang terjadi pada Selasa (3/12) dini hari itu bermula saat pemotor salah mengambil jalan berujung masuk ke ruas jalan tol. Kemudian, pemotor dihampiri oleh pelaku.
“Jadi korban ini ceritanya naik motor nih. Salah jalan, Jadi dia pikir itu jalan biasa. Ternyata itu masuk tol, belok. Dari situ, dia diberhentiin sama sekuriti. Sekuritinya itu, dia vendor, Jasa Marga, artinya yayasan,” ujarnya.
Setelah menghentikan pemotor, pelaku lantas meminta uang sebesar Rp500 ribu. Pemotor pun kemudian mentransfer uang sesuai permintaan dari pelaku.
“Terus katanya Rp500 ribu, sama korban ini ditransfer lah ke rekening dia (pelaku),” ucap Rahmat.
Masih di hari yang sama, pemotor langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Palmerah. Polisi lantas menindaklanjuti laporan itu dan menangkap pelaku di lokasi kejadian. Kini, pelaku telah ditangkap oleh pihak berwajib.
“Betul pelaku pemerasan sudah kita tangkap,” kata Kapolsek Palmerah Kompol Sugiran saat dihubungi, Jumat (6/12).
“Diamankan di TKP. Masih dalam penyelidikan. masih kita interogasi lagi,” ucap Rahmat.
Lebih lanjut, Rahmat menyebut pelaku yang merupakan seorang pria berinisial R itu bukanlah pegawai Jasa Marga, melainkan petugas keamanan outsourcing.
“Betul (sekuriti outsourcing). Sekuriti Jasa Marga, ini vendor,” kata dia.
(Dilansir dari cnnindonesia.com)
Dan seperti diberitakan diatas akibat dari aksinya tersebut maka diapun ditangkap polisi untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah diperbuatnya.
Demikianlah laporan Media Adipati Nusantara
<Red/SK>
